Asal Usul permainan Tradisional Bugis Makassar, Marraga

Tari-Paraga

Marraga/Mandaga adalah tradisi budaya dari masyarakat suku Bugis dan Makassar. Tradisi unik ini mungkin satu-satunya permainan khas di dunia yang menampilkan kepiawaian memainkan bola dengan tarian. Pemain Marraga/Mandaga biasanya berjumlah 4 sampai 7 orang, memainkan bola rotan secara bergiliran tanpa jatuh ketanah sambil menari-nari dalam berbagai bentuk dan komposisi gerakan. Puncak permainan ini ketika salah satu pemain ditopang naik kepundak masing-masing pemain. Uniknya, bola rotan tetap bisa dimainkan tanpa jatuh ketanah.

Marraga atau mandaga jika bahasa Bugis yang didalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama bermain atau bersepak raga. Penamaan ini berasal dari jenis peralatan permainan yang digunakan yaitu raga. Permainan Marraga adalah salah satu tradisi budaya Bugis Makassar yang populer dan senantiasa ditampilkan dalam acara besar. Permainan Marraga merupakan cerminan bentuk strata khusus dalam fenomena sosial masyarakat Bugis Makassar.

Adapun istilah raga bersumber dari makna dan fungsi permainan, yaitu siraga-raga artinya saling menghibur. Pada zaman dahulu, seorang pemuda belum bisa menikah jikalau belum mahir bermain raga. Seorang ahli permainan raga merupakan kebanggaan dan dikagumi masyarakat yang berarti turut meningkatkan status sosial seseorang.

Raga yaitu sejenis bola yang terbuat dari rotan yang dibelah-belah, diraut halus kemudian dianyam, umumnya berukuran dengan diameter sekitar 15 cm. Bola anyaman rotan ini ditemukan dalam olahraga Takraw.

Asal usul permainan raga sehingga dikenal di Sulawesi Selatan, diperkirakan berasal dari Malaka atau pulau Nias. Sehubungan dengan ini, W. Kaudren (Games and Dances In Celebes, 1927), secara tegas meragukan bahwa berasal dari Malaka, dengan alasan masyarakat tradisional yang ada di Malaka ternyata tidak mengenal permainan ini. Dia lebih cenderung pada pendapat bahwa permainan ini berasal dari daerah pantai barat Sumatera yaitu pulau Nias, karena umumnya penduduk di daerah tersebut mengenal permainan ini.

Pada mulanya permainan raga hanya dilakukan oleh kalangan bangsawan Bugis saja, namun didalam perkembangannya selanjutnya dapat dilakukan oleh masyarakat luas. Ada dua hal yang merupakan unsur pokok permainan raga yaitu Sempek atau sepak dan belo yakni variasi.

sumber foto : sempugi.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *