Kambisa, Ransel Tradisional Masyarakat Adat Seko, Luwu utara

13901353_1054199287967689_5164198719523858238_n

Masyarakat adat Seko, Luwu Utara Sulawesi Selatan sampai saat ini masih menggunakan peralatan tradisional yang sederhana dari hasil kerajinan tangan mereka untuk aktifitas sehari-hari terutama untuk membawa hasil perkebunan.

Salah satu peralatan tradisionalnya yang masih lestari adalah peralatan jinjing yang dinamakan kambisa,  sejenis tas punggung sederhana mirip keranjang yang materialnya dari rotan. Masyarakat adat seko pada umumnya menggunakan Kambisa untuk membawa bahan atau barang, seperti kopi, coklat, beras, kayu bakar, dsb.

Kambisa dibuat 100% dari bentukan anyaman rotan yang kokoh dan mampu membawa beban yang berat. Modelnya dibuat ramping mengikuti kontur tubuh manusia sehingga mudah dibawa. Ukuran lingkaran bagian bawahnya dibuat sedikit kecil dibanding bagian atasnya dan bagian dalamnya terbuka. Desain ini membuat beban barang bisa disesuaikan beratnya. Bentuknya sepintas mirip tas ransel pendaki gunung.

Sampai saat ini, Kambisa masih diproduksi secara tradisional oleh masyarakat adat Seko dan merupakan keahlian kerajinan tangan yang diwariskan turun temurun secara tradisi. Selain di seko, masyarakat adat wilayah Kalumpang juga membuat Kambisa dengan keperluan yang sama.

Penggunaan Kambisa menjadi tas yang sehari-harinya dibawa oleh anak-anak dan kaum lelaki Seko untuk bepergian ke kebun, sawah atau masuk kedalam hutan mencari kayu bakar.  Kambisa juga dipakai saat melakukan Meulang (berburu).

Lihat foto-fotonya di : http://fotosulawesi.blogspot.co.id/2016/08/ransel-tradisional-berbahan-100-rotan.html

Sumber : Ivan Scooter

, , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *