Refleksi Sebuah Budaya "Interaksi" Manusia dan Makhluk Air

13707778_10205892491142990_3148390549246744956_n

Budaya ritual attoana turiere merupakan sebuah dekonstruksi peristiwa budaya yang sejak lama dilakukan oleh masyarakat dusun Tulang desa Barugaiya kec. Bontomanai Selayar Sulawesi Selatan.

Masyarakatnya sejak dulu memiliki kepercayaan tentang adanya bentuk hubungan persaudaraan “metafisik” antara manusia dengan beberapa jenis mahluk air ( mis. hubungan sedarah manusia dan buaya ).
Berdasarkan keyakinan tersebut, sampai saat ini secara perseorangan, sebagian masyarakat pada waktu tertentu melakukan ritual persembahan sesaji yang bertujuan untuk memberi makan dan menyapa saudara mereka yang hidup di air.
Dilansir di situs ayokeselayar.com, Ritual “Attoana Turiere” atau menjamu penghuni air, secara berkala digelar di Kampung Tulang tersebut untuk “berinteraksi” dengan “penghuni air” yang diyakini menjaga laut dan perairan di sekitar kampung yang berjarak 11 km sebelah utara Kota Benteng, Kepulauan Selayar itu.Upacara adat tersebut dilakukan dengan membawa sajian makanan aneka rupa dari salah satu rumah penduduk ke pantai di Kampung Tulang lalu dihanyutkan ke laut dengan doa dan ritual tertentu. Arak – arakan penduduk kampung yang terdiri dari anak – anak dan tetua kampung, diiringi dengan tabuhan rebana dan puik – puik ( alat musik tiup khas Kepulauan Selayar ), dipimpin oleh salah satu pemangku adat setempat.
Ritual attoana turiere dianggap sebagai sebuah bentuk kegiatan tradisi dan budaya yang memberikan pesan moral terhadap masyarakat luas bahwasanya diluar dari persoalan musrik ataupun unsur mistik dalam kegiatan ini, memberi pesan untuk kembali memaknai keberadaan mahluk ataupun hewan yang di air sebagai sesama makhluk hidup yang harus dihargai.
Manusia tidak seharusnya membuat mereka terancam dengan melakukan segala aktifitas yang berpotensi membuat kerusakan dilaut maupun lingkungan alam lainnya.
Dalam kategori sosial, kegiatan ritual attoana turiere tersebut diharapkan menjadi agenda budaya masyarakat dusun Tulang dan terus menerus menggali segala bentuk kegiatan budaya yang sarat dengan kearifan lokal masyarakat. (Misbach)
, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *