Gerebek home industri pcc senilai 3,9 Milyar, 6 pekerja lokal ditangkap

Kabarkami. Setelah melalui proses penyelidikan selama 2 bulan, Akhirnya tim Reserse mobile polisi daerah Sulawesi selatan berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis pcc, dengan menggerebek sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat produksi pil daftar G, paracetamol carisoprodol caffein (PCC), di dua tempat yang berada di kabupaten gowa,malino, kecamatan tinggimoncong. sabtu (23.12.2017)

Lima ratus tujuh puluh ribu butir ditemukan polisi saat penggerebekan di dua lokasi berbeda,  yakni di Kelurahan Bulutana dan di Lingkungan Lembang Bata, Kelurahan Gattarang, Kecamatan Tinggimoncong. Hasilnya, polisi menemukan sejumlah perlengkapan Seperti alat press, 150 plastik bening serta 3 buah gunting. Perlengkapan itu digunakan untuk mengemas ulang pil pcc ini menjadi paket tujuh ribu. Dan dirumah itu juga terdapat 6 orang penduduk lokal yang dipekerjakan dengan upah 200 ribu perhari.

Pengungkapan jaringan pil pcc ini berawal dari kecurigaan anggota dengan seringnya bongkar muat barang dipelabuhan sutta dalam jumlah besar, dengan jarak waktu sepekan. Polisi lalu melakukan penyelidikan selama 2 bulan. Dan berhasil mengetahui tujuan barang dari pelabuhan tadi. Polisi lalu melakukan penyamaran sebagi warga lokal ini, dan kembali melakukan pengintaian di rumah yang menjadi tujuan pengiriman barang dalam jumlah besar tiap pekannya selama 2 hari.

Setelah cukup bukti, polisi langsung melakukan penggerebekan pertama di sebuah rumah yang berada dikelurahan Bulutana dan menemukan 5500 butir pil pcc yang baru saja akan dikemas ulang. Penggerebekan pun berlanjut kelokasi kedua, yabg berada di Lingkungan Lembang Bata, Kelurahan Gattarang, dan kembali menemukan 564,500 ribu butir dalam proses pengemasan dalam jumlah kecil dan siap diedarkan. Dari kedua lokasi diduga dijadikan tempat produksi pill pcc dengan mengemas ulang pill tersebut menjadi oaket kecil dengan harga yang lebih murah.

Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara, menjelaskan, dari lokasi gudang penyimpanan obat daftar G yang berjumlah 570 ribu butir itu, pihaknya mengamankan 6 orang pemuda. “Kita masih melakukan penyelidikan terkait peranan keenam orang yang kami amankan.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan pengembangan dengan mencari si pemilik ratusan ribu pill pcc ini dengan inisial E, serta seorang kurir berinisial A yang sering mengantar jemput barang dan mengirimkannya keluar sulawesi selatan.

Sejatinya, ratusan ribu pill pcc yang disita polisi ini seharga 3,9 Milyar. Karena telah dikemas dalam paket 10 butir, dengan harga 10 ribu. Sementara bagi keenam pekerja yang diamankan polisi dijerat Undang undang kesehatan, dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Barang sitaan dari tim resmob polda sulsel, telah diserahkan ke unit narkoba polda sulsel untuk diprosea lebih lanjut.

Walaupun obat daftar G, jenis pcc telah masuk sebagau obat keras sejak 2012 lalu, namun peredaranbya sangat sulit dibendung. Apalagi para remaja menjadi konsumen tetapnya. Mengandung zat adiktif(ketagihan), Efek halusinasinya yang cepat dan tentu Harga yang murah menjadi pilihannya

Pill pcc pun menjadi momok yang menakutkan bagi para orang tua dalam mengawasi anak anak mereka.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *