Ketika Hutan Eksotik Menjadi Media Edukasi Sosial

Inilah salah satu kawasan alam terbuka di kabupaten Maros Sulawesi Selatan yang menjadi lokasi favorit perhelatan kegiatan alam bebas dari berbagai lembaga dan komunitas karena aksesnya yang mudah serta dukungan fasilitasnya yang memadai. Hutan Alami yang berstatus hutan pendidikan ini dikenal sebagai basis kegiatan dan aktifitas alam bagi setiap komunitas di Sulawesi Selatan selain kawasan penelitian dari para peneliti lingkungan.

Tidak terlalu sulit untuk menemukan hutan bernama Bengo-bengo ini karena lokasinya berada sangat dekat dari jalan poros Maros – Camba. Potensi alam dan keberadaan satwa langka dalam hutan ini sejak dulu telah mengundang kalangan para peneliti dari dalam maupun luar negeri.

Hutan Bengo-bengo dijadikan sebagai hutan pendidikan Universitas Hasanuddin sejak tanggal 31 Maret 1980 dengan luas areal 1300 ha. Kawasan Hutannya rimbun dengan berbagai jenis pepohonan yang di dominasi pohon pinus tinggi menjulang dengan hawa sejuk khas pegunungan.

Hutan Bengo-bengo menyimpan potensi wisata alam yang menakjubkan sehingga pengunjung yang gemar wisata petualangan akan menemukan berbagai sensasi alam dalam bentangan kawasan hutannya. Pemandangan alamnya indah, asri dan sarat dengan nuansa hijau yang eksotis. Kontur medannya berbukit-bukit landai dan beberapa permukaan kawasannya ditutupi rumput tebal.

Hutan Bengo-bengo dikenal menjadi habitat alami satwa-satwa liar yang berkembang biak dengan baik antara lain jenis monyet langka yang populer, Macaca maura serta Tarsius, spesies monyet terkecil didunia. Pada bagian batas-batas wilayah hutannya, terdapat tiga sumber air dengan pemandangan alam yang indah antara lain Air Terjun tiga susun, Air Terjun Palanro dan Telaga bidadari.

Sejak tahun 1987, Hutan bengo-bengo telah menjadi sarana kegiatan terutama bagi aktifitas alam mahasiswa dan komunitas. Pembangunan sarana dan fasilitas pendukungnya dibangun secara bertahap bekerjasama dengan penduduk setempat untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. sejak tahun 2007, kelengkapan sarana dan fasilitasnya semakin memadai dengan dibangunnya resort, kamar mandi umum, Aula serta sarana Ibadah sehingga pengunjung bisa lebih leluasa menikmati keindahan alamnya.

Desa-desa yang ada di sekitarnya secara administratif berada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Cenrana, Kecamatan Camba, dan Kecamatan Mallawa. Aktivitas masyarakat di dalam dan di sekitar Hutan Pendidikan Unhas adalah bersawah, berkebun, beternak, dan sebagian melakukan kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu seperti pengambilan kayu bakar, penyadapan getah pinus, penyadapan aren, pembuatan gula aren, pengambilan benih tanaman mahoni dan pinus, pemanfaatan tanaman obat-obatan, jamur, dan lain-lain. Aktivitas masyarakat tersebut membentuk agroekosistem yang dapat menjadi tempat belajar bersama stakeholder.

Hutan Bengo-Bengo merupakan Hutan pendidikan pertama di kawasan Indonesia Timur dan menjadi laboratorium alam yang selama ini digunakan sebagai tempat praktek penelitian mahasiswa dan dosen dalam proses pendidikan kehutanan di Fakultas Kehutanan Unhas. Tercatat setiap bulan, Hutan Bengo-bengo sering dikunjungi para peneliti dari luar negeri yang direkomendasi dari lembaga dan yayasan pendidikan internasional.

(Sumber : Yayasan Wahana Trisula)

 

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *