Viral, Kawanan Penculik Balita 18 bulan diringkus Petugas

Setelah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kawanan penculikan anak yang terjadi di kompleks UNM,  blok F2 nomor 12, kelurahan Tidung,  kecamatan Rappocini, selasa siang(9/1/2018). Resmob polda, Timsus Polda Sulawesi Selatan serta jatanras Polrestabes Makassar akhirnya berhasil menangkap kawanan tersangka yang diduga terlibat dalam misi penculikan bayi berusia 18 bulan,  bernama Raihanun Mailika Umar.

Lebih dulu, polisi mengamankan tersangka Risal(28 tahun). Risal ditangkap di kabupaten Pangkep. Dari hasil interogasi singkat petugas diatas mobil, Risal mengakui ikut melakukan penculikan bersama 3 rekannya, yang diketahui, bernama Anwar, Yus dan Ayu.  Berdasarkan informasi dari Risal,  polisi lalu bergerak cepat dan berhasil menangkap Yus alias Yusfikar (34 tahun) yang tengah berada di rumah orang tua Raihanun Mailika Umar. Dari hasil keterangan Yus,  polisi berhasil menangkap tersangka Ayu Yuliasri(30 tahun), yang bersembunyi dirumahnya di perumahan Telkomas,  kecamatan Tamalanrea.

Dari hasil keterangan tersangka Risal dan Ayu. Otak dalam misi penculikan ini dari Yusfikar. Yusfikar merupakan saudara ipar dari ayah korban. Yus merupakan pengawai negri sipil yang bertugas  dikantor DPRD kabupaten Barru. Kawanan ini berniat akan meminta uang tebusan kepada orang tua Raihanun Mailika Umar,  sebesar 3 milyar rupiah.  Namun aksi ini gagal,  setelah aksi penculikan balita ini menjadi viral dan menjadi perhatian khusus aparat kepolisian Polda Sulsel.  Apalagi salah satu tersangka yaitu Ayu mulai ketakutan melihat pemberitaan di media sosial dan langsung menghubungi Yus, untuk mengembalikan balita yang mereka culik. Tersangka Yus pun tiba di rumah Ayu dan membawa korban Raihanun Malika menggunakan sepeda motor lalu menurunkannya dipinggir jalan perintis kemerdekaan.  Tepat di depan gerbang perumahan Telkomas Makassar. Dengan harapan korban dapat ditemukan oleh warga setempat.

Dalam laporan, tersangka Yus nekat melakukan aksinya lantaran dendam kepada keluarga korban. Pelaku mengaku dengan terpaksa mengikat keluarga korban saat melancarkan aksinya. Penculikan dilatarbelakangi dendam lama dan sakit hati atas sikap ibu Raihanun yang sangat angkuh. Sering merendahkan harga diri tersangka Yus alias Yusfikar, yang tidak lain masih keluarga dekat dari orang tua korban.

“Sakit hati ka’ sama keluarganya. Karena terlalu angkuh,” ungkap otak dari penculikan ini.

Dia juga menyebut, pasca melakukan penculikan itu, korban dibawa kabur dan disembunyikan kepada rekannya Ayu.

9 jam setelah penculikan, seorang warga bernama Merry telah menemukan Raihanun Mailika Umar di kawasan sekolah al Azhari, Jl Poros Telkomas, makassar, sekiranya pukul 21.00 Wita. Saat itu, Hanun ditemukan menangis dan merangkak dipinggir jalan. Saat ditemukan, bayi itu mengenakan pakaian motif batik berwarna putih, sesuai dengan pakaian saat 4 kawanan penculik yang menculiknya di dalam rumahnya, Jl Pendidikan Raya, Makassar.

Kini Raihanun Mailika Umar telah kembali kepelukan ibunya.

Kasus ini telah ditangani langsung Polda Sulsel. Lantaran satu tersangka lainnya, masih dalam pengejaran polisi. Yaitu  Anwar. Bagi ketiga tersangka yang telah ditangkap, akan dijerat  pasal 328 KUHP, tentang penculikan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *