Standarisasi Kualitas Ketahanan Pangan Nasional, Jokowi ke Makassar

KABARKAMI. Konferensi Forum Rektor Indonesia 2018 di Universitas Hasanuddin (unhas) akan digelar di kampus Unhas Tamalanrea Makassar pada tanggal 16 hingga 17 Februari 2018. Kegiatan forum ilmiah ini merupakan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia. Tercatat 4.000 perguruan tinggi seluruh Indonesia, yang meliputi universitas, institut, politeknik, akademi, sekolah tinggi, dan akademi komunitas akan diundang. Forum ilmiah ini dipastikan akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Dilansir di media makassar.sindonews, Konferensi FRI tahun ini mengangkat tema “Memperkuat Karakter Bangsa Dalam Menghadapi Disrupsi Peradaban”. Beberapa pembicara kunci yang akan hadir antara lain: Ketua MPR RI, Menteri Ristek Dikti, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, Prof. Chaerul Tanjung, Yudi Latif, Prof. Muhammad Nuh, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Jend. (purn) Moeldoko.

Sejalan dengan pertemuan tersebut, sebuah tema yang potensial menyangkut standar ketahanan pangan nasional akan disosialisasikan terkait dengan inovasi kualitas nutrisi pangan yang sehat. Hasil penelitian tersebut akan dipaparkan tim peneliti Unhas dalam forum tersebut.

Perubahan iklim dan krisis finansial global yang kini terjadi mengakibatkan masa depan ketahanan pangan global menjadi lebih rawan. Kejadian rawan pangan dan gizi buruk mempunyai makna politis yang negatif bagi penguasa, bahkan di beberapa negara berkembang krisis pangan dapat menjatuhkan pemerintah yang sedang berkuasa. Ketahanan pangan sangat erat kaitannya dengan ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik dan keamanaan atau ketahanan nasional.

RS Pendidikan Unhas diharapkan menjadi barometer penerapan konsep perbaikan nutrisi. Unhas membangun kerjasama dan berkolaborasi dengan pertanian, peternakan, kesehatan untuk menghasilkan inovasi penemuan ini dengan dasar pemikiran pengolahan nutrisi yang benar, khususnya untuk pola pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Perhatian pemerintah pusat sangat besar untuk mendukung konsep ini. Bahkan diproyeksikan sebagai dasar untuk menciptakan standar kualitas ketahanan pangan nasional. Target konsep inovasi nutrisi sehat ini adalah diharapkan bisa menjadi basis menciptakan ketahanan pangan nasional yang dimulai dari kualitas pangan yang benar. Bukan dari sisi kuantitas.

Dalam konsep nutrisi sehat untuk rumah sakit merupakan konsep baru dalam hal pelayanan kesehatan rumah sakit. RS Pendidikan Unhas berperan mengajak semua rumah sakit se-indonesia bekerjasama dan berkolaborasi. Konsep ini juga dinilai sebagai bentuk terobosan baru yang bisa berkolaborasi dengan bidang lain menciptakan solusi kesehatan. Kerjasamanya itu melibatkan fakultas peternakan, pertanian, kesehatan untuk inovasi meningkatkan standar kualitas kualitas pangan sebagai dasar untuk pelayanan kesehatan. Kualitas ditingkatkan dan dibenarkan.

Respon kementerian dalam bidang kesehatan, pertanian dan peternakan, sangat merespon dan berupaya untuk memberikan dukungannya melalui forum Rektor Se-indonesia di Unhas. Pengembangannya diharapkan bisa kembali menggairahkan para ahli untuk melakukan penelitian intensif terkait dengan inovasi nutrisi sehat. Hal ini juga didukung dengan hasil yang menjadi contoh di RS Pendidikan Unhas.

Penelitian pangan nutrisi RS Pendidikan Unhas dinilai sukses ketika mereka berhasil meyakinkan dunia internasional dengan hasil laboratorium pangan jenis beras yang mereka kembangkan. Semua hasil lab mendeteksi tingkat toksin dalam kandungan beras tercatat dibawah angka 0. Penelitian tersebut menyingkirkan 5700 peserta dari seluruh dunia dan menjadi contoh pangan sehat terbaik untuk saat ini.

Kesuksesan pengembangan inovasi nutrisi pangan yang sehat ini juga berhasil menempatkan Unhas di peringkat kedua di jajaran universitas terbaik di Indonesia.

 

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *