Nutrisi Sehat: Terobosan Baru RS Pendidikan Unhas dalam Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit

KABARKAMI. Saat ini, filosofi makan telah mengalami pergeseran, di mana makan bukanlah sekadar untuk kenyang, tetapi yang lebih utama adalah untuk mencapai tingkat kesehatan dan kebugaran yang optimal. Fungsi pangan yang utama bagi manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan zat-zat gizi tubuh, sesuai dengan jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, dan bobot tubuh. Fungsi pangan yang demikian dikenal dengan istilah fungsi primer (primary function).

Seiring dengan adanya kesadaran fungsi pangan tersebut, berbanding terbalik dengan konsep perbaikan pangan yang semakin hari malah tidak menemukan solusinya. Kuantitas produk pangan yang saat ini dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, kualitasnya malah semakin turun dan menukik tajam. Setiap hari, banyak ditemukan kasus bahan pangan beredar di masyarakat yang tidak layak konsumsi dan jauh dari standar kesehatan. Makanan-makanan tersebut memiliki manfaat tak terduga, atau biasa dikonsumsi tetapi memiliki risiko besar terhadap kesehatan. Faktor penyebab turunnya standar kualitas pangan nasional adalah tingkat pencemaran lingkungan yang luar biasa menyangkut efek Biologi, efek kimia, penggunaan obat-obatan seperti pestisida dan efek fisik.

Sejalan dengan pola konsumsi masyarakat modern, berkembang pula berbagai macam penyakit dengan polarisasi yang dinamis. Tingkat pasien rumah sakit meningkat tajam dari tahun ketahun. Konsep pelayanan kesehatan utamanya rumah sakit berlomba-lomba mengandalkan sistem pengembangan dan inovasi obat-obatan, sementara pola inovasi nutrisi cenderung terabaikan. Sebuah sumber menyebutkan, hampir 50% stok makanan rumah sakit terbuang percuma setiap harinya. Kenyataan itu mengindikasikan, tidak ada pola nutrisi yang standar dalam sistem manajemen konsumsi di rumah sakit.

Sejak tahun 1984, Pemerintah Jepang telah menyusun suatu alternatif pengembangan pangan fungsional dengan tujuan untuk memperbaiki fungsi-fungsi fisiologis, agar dapat melindungi tubuh dari penyakit. Namun sampai saat ini belum ada definisi pangan fungsional yang disepakati secara universal. The International Food Information (IFIC) mendefinisikan pangan fungsional sebagai pangan yang memberikan manfaat kesehatan di luar zat-zat dasar. Definisi pangan fungsional menurut Badan POM adalah pangan yang secara alamiah maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah serta mempunyai karakteristik sensori berupa penampakan, warna, tekstur dan cita rasa yang dapat diterima oleh konsumen dan tidak memberi efek samping pada jumlah penggunaan yang dianjurkan terhadap metabolisme zat gizi lainnya. Sebuah sumber menyebutkan, konsep pengelolaan nutrisi di indonesia saat ini sudah benar, namun pengelolaan sumbernya dinilai tidak tepat.

Melalui penelitian panjang selama kurang lebih 5 tahun, Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RS Pendidikan Unhas) berhasil melakukan inovasi pangan sebagai sumber nutrisi untuk kesehatan. Konsep nutrisi sehat yang dilakukan bertujuan untuk mengarahkan pengelolaan nutrisi ke arah yang benar dan mengembalikan konsepnya sebagai akar kesehatan. Nutrisi sangat besar peranannya untuk rumah sakit maka tujuan inovasinya adalah mengembalikan pemahaman orang bahwa nutrisi yang sehat memegang kunci kesehatan.

Salah satu keberhasilan penelitian pangan nutrisi RS Pendidikan Unhas adalah ketika mereka berhasil meyakinkan dunia internasional dengan hasil laboratorium pangan jenis beras yang mereka kembangkan. Semua hasil lab mendeteksi tingkat toksin dalam kandungan beras tercatat dibawah angka 0. Penelitian tersebut menyingkirkan 5700 peserta dari seluruh dunia dan menjadi contoh pangan sehat terbaik untuk saat ini.

Salah satu tim peneliti RS Pendidikan Unhas, Dr.dr. Idar Mappangara menyebutkan bahwa perbaikan nutrisi yang konsentrasinya lebih banyak porsi tindakan pencegahan. Selain itu untuk memastikan bahwa sumber makanan yang tepat adalah sumber kesehatan yang sebenarnya. Penelitian RS Pendidikan Unhas diharapkan menjadi barometer penerapan konsep perbaikan nutrisi. Ahli-ahli dan kaum intelektual di makassar saat ini mulai berkonsentrasi terhadap konsep nutrisi ini dan berkolaborasi dengan pertanian, peternakan, kesehatan untuk menghasilkan inovasi penemuan ini dengan dasar pemikiran pengolahan nutrisi yang benar, khususnya untuk pasien.

RS Pendidikan Unhas merupakan rumah sakit paling pertama di Indonesia yang beroperasi dengan konsep pendidikan kesehatan. Dari status itulah, rumah sakit dituntut untuk berinovasi yang ditujukan untuk pelayanan kesehatan rumah sakit dan masyarakat.

 

, , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *