Orang Indonesia yang Dihargai di Malaysia

KABARKAMI.ID – Di tengah panas-dingin hubungan Indonesia dengan Malaysia, ternyata ada beberapa orang Indonesia yang dihargai di Malaysia. Orang Indonesia itu adalah:

Soeharto. Mantan Presiden Republik Indonesia ini menjadi jembatan perdamaian antara Indonesia dengan Malaysia setelah sempat retak saat pemerintahan Presiden Soekarno. Presiden Soeharto bahkan mengijinkan para teknokrat Indonesia berbagi ilmu ke Malaysia yang kemudian menjadi salah satu faktor kemajuan Malaysia saat ini.

Tanda penghormatan Malaysia kepada Soeharto adalah dengan menamai sebuah kampung di Selangor dengan nama Kampung Soeharto. Kampung itu pernah dikunjungi oleh Soeharto bersama istrinya Ibu Tien.

Jusuf Kalla. Dalam hidupnya, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla telah meraih belasan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa). Tapi yang menarik, yang pertama kali memberikan gelar Dr HC kepadanya adalah Universitas Malaya di Malaysia pada 2007. Dan JK-lah orang Indonesia pertama yang mendapatkannya dari Malaysia. Setelahnya, menyusul mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pengusaha Chairul Tanjung, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, namun dari universitas berbeda.

Universitas tertua di Malaysia dan masuk dalam 50 besar universitas terbaik di Asia itu memberikan gelar doctor kepada JK atas kontribusinya dalam bidang ekonomi. Datuk Rafiah Salim, Naib Canselor Universitas Malaya, berkata: “Kalla sukses bermetamorfosis dari aktivis mahasiswa, pengusaha, politisi, menjadi negarawan. Kekuatan itulah yang membuat Kalla sukses menjadi arsitek ekonomi untuk membawa ekonomi Indonesia mendekati masa-masa sebelum krisis ekonomi 1997.”

Rexy Mainaky. Legenda bulutangkis ganda putra Indonesia itu dihormati orang Malaysia karena tujuh tahun lebih melatih tim bulutangkis Malaysia. Di tangannya, ganda putra Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong menjadi pasangan menakutkan dan meraih beberapa prestasi, salah satunya medali emas Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

Tanda penghormatan Malaysia terhadap Rexy diformalkan dalam bentuk kartu yang membuat Rexy bebas keluar-masuk Malaysia tanpa tetek-bengek pemeriksaan, paspor, dan sebagainya. Sebagai rasa apresiasi terhadap penghormatan Malaysia, keluarga Rexy tetap memilih menetap di Kuala Lumpur.   

Referensi: dirangkum dari pelbagai sumber; foto: matchplaysport.com

About fachrul khairuddin

View all posts by fachrul khairuddin →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *