Terobosan Kecamatan Bontosikuyu Selayar menjadi Pertama di Indonesia Timur

KABARKAMI. Kabupaten Kepulauan Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki sejumlah potensi wisata alam bahari yang memukau. Selain memiliki hamparan karang atol terbesar kedua di dunia yakni Takabonerate, Kepulauan Selayar juga memiliki sejumlah pantai indah nan eksotik dengan keunikan tiada duanya. Hamparan pantainya menyebar di kedua sisi wilayah dan pulau-pulau lainnya.

Sayangnya, potensi alam bahari Kepulauan Selayar yang menakjubkan itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warganya. Sebagian besar malah justru dikelola oleh investor asing dan pengusaha luar Selayar.

Salah satu contoh adalah Selayar Dive Resort, yang dikelola oleh seorang pengusaha berkebangsaan jerman, Jochen Schulteis. Ia telah mendulang jutaan Dollar dan Euro dari pengunjung yang datang ke resortnya hanya untuk melihat isi laut Selayar. Kabar terakhir menyebutkan, Jochen sudah bisa menghasilkan 300 juta perminggu dari usaha bisnis wisatanya mengelola laut Selayar.

Melihat fenomena sosial yang timpang, sebuah kecamatan kecil di Sebelah timur Selayar yaitu Bontosikuyu mencoba melakukan terobosan dalam rangkaian program industri pariwisata daerahnya. Kecamatan ini menggelar program pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengembangan kapasitas sebagai pemandu wisata bahari.

Menurut Nuraidin, salah satu staf kecamatan Bontosikuyu menjelaskan bahwa penyelenggaraan program pemberdayaan ini berfokus melibatkan masyarakat untuk ikut serta berperan langsung dalam membangun dimensi pariwisata berbasis bahari.

Setelah mendapat restu dan dukungan dari camat, M. Basri, beberapa desa dalam wilayah Bontosikuyu kemudian mengumpulkan dana desanya untuk dialokasikan ke dalam kegiatan tersebut.

Tahap awal, 12 warga terpilih sebagai langkah percontohan program. Selama 4 hari mereka dilatih pendidikan selam khusus tingkat pemula dan mengenal berbagai alat pendukung. Peserta khusus terdiri dari 10 orang pemuda lokal, 2 orang dari TNI dan 2 orang dari institusi kepolisian.

Untuk legalitas pendidikannya, Kecamatan Bontosikuyu bekerjasama dengan ADS Internasional, sebuah asosiasi pendidikan diving internasional. Seorang Dive Master, yakni Imran Lapong diutus menjadi instrukturnya.

Kegiatan praktek program khusus ini dilangsungkan di pantai Punagaan, sebuah pantai indah nan teduh di sisi wilayah timur Selayar. Lingkungan pantai Punagaan sangat bersih. Kondisi perairannya pun jernih sehingga semua praktek dasar bisa diterapkan dengan baik.

Penyelenggaraan program pemberdayaan masyarakat dalam kapasitas sebagai pemandu wisata bahari di kecamatan Bontosikuyu Selayar ini boleh dianggap sebagai even formal pemerintah daerah berbasis desa wisata bahari yang baru kali pertama di selenggarakan di pulau Sulawesi, bahkan di indonesia Timur. Keterlibatan masyarakat sebagai mediator lokal wisata bahari menjadi sebuah perhatian khusus yang harus dicermati bersama.

Potensinya bisa merangsang munculnya berbagai komunitas bahari yang diharapkan selain bisa meningkatkan sektor pariwisatanya, kelestarian alam lautnya juga bisa ikut terjaga.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *