Sondang yang Membakar Diri demi Negeri

KABARKAMi – “Terkutuklah buat ketidakadilan, terkutuklah buat ketidakpedulian, terkutuklah buat kemiskinan, terkutuklah buat rasa sakit dan sedih, terkutuklah buat para penguasa jahat,terkutuklah buat para penjahat. Setelah aku tidak punya rasa lagi.”

Tulisan di atas adalah paragraf terakhir dari curahan hati Sondang Hutagalung yang dituliskannya dalam sebuah buku catatan yang dititipkannya kepada kekasihnya Putri.

Setelahnya, pada 5 Desember 2011, aktifis Universitas Bung Karno itu ikut serta berdemonstrasi di depan istana Kepresidenan. Demonstrasi itu digelar guna mengritisi Pemerintahan SBY.

Demonstrasi awalnya berlangsung aman-aman saja, sampai kemudian Sondang membakar diri. Tubuhnya berapi dan hangus. Dia pun dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo. Sembilan hari dirawat, Sondang akhirnya wafat.

Dari tulisan Sondang di atas, kita mungkin bisa menganalisa, penyebab Sondang wafat adalah rasa keprihatinannya yang paripurna terhadap kondisi bangsa Indonesia. Rasa yang kemudian membuatnya merasa harus menjadi martir dengan membakar diri. Tujuannya jelas: agar Pemerintahan di negeri ini merasa terketuk dan segera bergotong-royong memperbaiki bangsa.

Apapun itu, Sondang telah menjadi sejarah. Positif-negatif tindakannya tergantung persepsi kita. Untuk kita yang masih hidup, mari kita membangun negeri ini dengan lebih adil dan peduli. Itu saja!

About fachrul khairuddin

View all posts by fachrul khairuddin →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *