Bagaimana China Meningkatkan Mutu Pendidikannya?

KABARKAMi – “Semua orang di China bermimpi negara ini bisa memiliki kampus kelas dunia, seperti Harvard, Yale, Oxford, dan Cambridge,” tulis People’s Daily, koran pemerintah China.

Pemerintah Cina memang serius meningkatkan mutu pendidikan mereka. Dan Presiden Xi Jinping boleh berbangga sampai kini. Dari 20 perguruan tinggi terbaik di Asia versi Times Higher Education, tujuh di antaranya adalah universitas China: Tsinghua University, Fudan University, Shanghai Jiao Tong university, Peking University, Nanjing University, Zhejiang University, dan University of Science and Technology of China.

“Kita akan bergerak cepat untuk membuat kampus-kampus kita menjadi universitas kelas dunia,” kata Presiden Xi Jinping saat berpidato dalam Kongres Nasional Partai Komunis China pada Oktober 2017. Yang di maksud universitas kelas dunia adalah kampus yang masuk peringkat 200 besar dunia versi pemeringkatan Times Higher Education, QS World, atau Academic Ranking of World Universities.

Xiamen University adalah salah satu kampus yang coba diangkat kualitasnya. Bagaimana caranya? Dari kualitas dosen, rata-rata dosen di kampus itu berusia 30-an tahun. Meskipun muda, mereka adalah lulusan S3 dari Amerika Serikat atau Eropa. Beberapa dosen asing juga direkrut. Kini, Xiamen University memiliki dua ribuan tenaga pengajar dan setengahnya sudah bergelar Profesor.

Dari sisi fasilitas belajar, Xiamen University adalah kamus yang sangat asri dan ramah lingkungan. Kampus juga punya perpustakaan lengkap dengan koleksi sekira 5 juta buku. Akses ke jurnal ilmiah dan data penelitian juga ‘tak terbatas dengan kekuatan internet yang sangat handal. Fasilitas olahraganya lebih gila lagi, tidak kalah dari kompleks Senayan sekali pun. Ada tiga lapangan sepak bola, puluhan lapangan basket, kolam renang, lapangan golf, lapangan badminton, tenis, voli, hingga danau untuk berlatih dayung.

Dengan kualitasnya yang meningkat pesat, ‘tak heran universitas di China diminati bukan hanya oleh mahasiswa China, tapi juga dari luar negeri, termasuk Indonesia. Pada tahun 2000, jumlah mahasiswa asing di China baru 52.150 orang, tapi pada 2016 jumlahnya meningkat berlipat-lipat menjadi 442.431 mahasiswa. Mahasiswa asal Korea Selatan menempati urutan teratas di daftar mahasiswa asing di China, disusul Amerika Serikat, Thailand, Pakistan, dan India. Jumlah mahasiswa asal Indonesia ternyata menempati urutan ke-7 terbesar di antara mahasiswa asing di China. Pada 2016, ada 14.714 mahasiswa Indonesia belajar di China.

Referensi: xdetik.com, whatsonxianmen.com.

About fachrul khairuddin

View all posts by fachrul khairuddin →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *