Kejahatan Anak di India

KABARKAMi – Muzaffarpur adalah kota terbelakang di India. Kota yang disubsidi pemerintah itu terkenal dengan lingkungannya yang kotor, jual-beli pakaian murah, dan kejahatan terorganisasi, salah satunya kejahatan terhadap anak.

Baru-baru ini Polisi India berhasil menggerebek sebuah rumah Panti Asuhan berlantai tiga. Di dalamnya, 44 anak gadis berusia 7 sampai 17 tahun berhasil dievakuasi. Mereka adalah anak yatim-piatu dan pelarian.

Anak-anak itu terkurung di dalam Panti. Sama sekali ‘tak memiliki akses ke ruang terbuka. Beberapa diantara mereka mengalami kekerasan fisik dan seksual secara rutin. Ujungnya, beberapa di antara mereka depresi dan mengalami kelainan mental, satu-dua bahkan sudah bunuh diri. Dokter yang memeriksa ke-44 anak itu mengatakan, “34 dari 42 gadis di bawah umur mungkin telah melakukan hubungan seksual.”

Modusnya terungkap: pemilik panti Brajesh Takur (lihat foto) mengundang tamu-tamu pria hidung belang lalu menyuruhnya masuk ke kamar dimana seorang anak telah berada di dalamnya. Brajesh Takur bersama beberapa pembantunya telah diamankan Polisi.

Atas kejadian tersebut, Polisi bergerak memeriksa sekira 9 ribu rumah Panti Asuhan di seluruh India. Pemerintah India sendiri mengalokasikan dana sekira 4 juta rupee per tahun untuk setiap Panti Asuhan sebagai apresiasi atas aktivitas sosialnya. Pun sudah disubsidi Pemerintah, Polisi menemukan kehidupan yang sangat tidak layak di dalam panti, terutama dalam hal makanan dan pakaian.

Referensi: BBC

About fachrul khairuddin

View all posts by fachrul khairuddin →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *