Yahudi di Indonesia

KABARKAMi – Secara resmi, Pemerintahan Republik Indonesia hanya mengakui enam agama: Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu, dan Konghucu. Yahudi belum diakui secara resmi. Makanya, menjadi Yahudi di Indonesia berarti menjadi terasing. Sebab tidak ada pilihan Yahudi dalam kartu penduduk resmi.

Yaacov Baruch adalah orang Indonesia yang memilih menjadi Yahudi. Dalam kartu penduduknya yang berdomisili di daerah Minahasa, Sulawesi Utara, tertulis bahwa dia beragama Protestan. Dahulunya memang Yaacov adalah seorang Protestan, tapi setelah mengetahui akar keturunannya melalui cerita-cerita dengan tantenya, dia pun beralih ke Yahudi. Dan sejak saat itu, dia mempelajari Yahudi sampai ke Israel dan menjalankan keyakinannya.

Di Minahasa, Yaacov membuka sebuah sinagog kecil guna menjalankan keyakinannya. Beberapa pengikut dari keluarganya turut membantunya beribadah. Yaacov berani membuka diri sebab Sulawesi Utara adalah provinsi yang didominasi Protestan, agama yang secara praktis pro-Israel dan pro-Zionis. Dia belum berani membuka sinagog di daerah lain karena kemungkinan besar akan menjadi target warga yang anti-Israel dan anti-Zionis.

Dalam sejarahnya, Sulawesi Utara memang pernah didatangi Rabi-Rabi Yahudi asal Belanda. Beberapa makam keturunan Yahudi ditemukan di daerah itu. Tugu Menorah, simbol penting dalam agama Yahudi, bahkan berdiri megah di sebuah bukit.

Foto: Yaacov Baruch (tengah) bersama lima temannya (dok. MySpace)

About fachrul khairuddin

View all posts by fachrul khairuddin →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *