Belajar dari Jalan Hidup Uus

KABARKAMi – Rizky Firdaus Wijaksana lahir di Bandung 27 tahun lalu. Kehidupan lelaki yang akrab disapa Uus itu cukup regular: ayahnya pegawai Telkom, ibunya urus rumah tangga. Dia pun menjalani hidup sebagaimana kebanyakan anak pegawai lainnya: main dan bersekolah.

Hingga saat Uus kuliah di Jurusan Sastra Universitas Padjajaran, kehidupan keluarganya berubah drastis. Uang pensiunan ayahnya ‘tak terkelola dengan baik hingga habis ‘tak tersisa. Uus pun ‘tak diberikan biaya hidup selama berkuliah.

Dari situ, Uus pun berpikir. Perlahan dia memposisikan diri sebagai tulang punggung keluarga. Uus cari uang dengan memanfaatkan bakatnya: main basket. Dia main dari klub lokal satu ke klub lokal lainnya. Dengan bayaran lumayan per turnamen, Uus bisa sedikit membantu keuangan keluarganya dan juga membiayai kuliahnya.

Bakat basket Uus bahkan membawanya terjun ke NBL, Liga Basket Nasional. Namun sayang, cedera berat menerpa Uus saat main di NBL. Uratnya tertarik dari leher sampai betis, dia pun ‘tak mampu membungkuk. Karir basketnya tamat seketika. Dia stres, bahkan sesaat menjadi atheis, ‘tak lagi percaya Tuhan.

Di tengah rasa stresnya yang akut dan sikap atheis-nya yang parah, rejeki menghampiri Uus. Dia terekrut menjadi penyiar radio di Ardan, stasiun radio terkenal di Bandung kala itu. Dari situ, keuangan Uus kembali membaik, dia juga kembali percaya adanya Tuhan.

Dalam perjalanannya, karir Uus sebagai penyiar radio berakhir setelah berdebat hebat dengan bosnya akibat dia merasa kinerjanya dinilai buruk secara sepihak. Uus bahkan di-boikot oleh seluruh stasiun radio se-Bandung akibat kejadian itu.

Setelahnya, Uus mencoba peruntungan menjadi Stand Up Comedy-an dengan mengikuti ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di KompasTV. Namun eksistensinya di ajang itu berlangsung cepat, baru show pertama sudah tereleminasi.

Namun selepas SUCI, pintu Uus untuk menjadi artis terbuka lebar. Dia menjadi pemain film, sinetron dan host beberapa acara. Meskipun insiden boikot beberapa kali menimpa suami dari Kartika dan ayah dari Eiichiro D. Lucky Namberwan Wijaksana itu, tapi itu ‘tak mengurangi eksistensinya di dunia hiburan.

Referensi: Wikipedia; The Soleh Solihun Interview.

About fachrul khairuddin

View all posts by fachrul khairuddin →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *